Merkuri Seratus

Juni 2, 2007

Islam ke Nusantara

Filed under: sejarah — merkuriseratus @ 1:42 pm

Islam masuk ke kepulauan Nusantara dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.

Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.

Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.

Mengutip buku “Gerilya Salib di Serambi Makkah” (Oleh Rizki Ridyasmara, diterbitkan oleh Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.

Bellwood menemukan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.

Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.

Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.

Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.

swaramuslim

Iklan

2 Komentar »

  1. Snouck Hurgronje adalah peneliti budaya berjasa dalam studi-studi mengenai kebudayaan-kebudayaan di Hindia Belanda, dan karya besarnya adalah de Atjehers (Orang-orang Aceh) yang merupakan karya antropologis pertama tentang suku-bangsa Aceh. Sejarah Indonesia memang harus ditulis secara patriotik dan romantis, sehingga ahli-ahli Belanda selalu dilabelkan sebagai para penjahat atau penghancur Islam. Tidak ada bukti kuat bahwa Snouck menghancurkan Aceh, malahan beliau sangat dihormati sebagai seorang scholar oleh orang-orang Aceh. Setiap serdadu Belanda yang membaca karya Snouck akan berpikir dua kali untuk menyerang Aceh sebab bangsa tersebut sulit dikalahkan. Aceh sendiri tidak pernah takluk dan ditaklukkan Belanda kecuali daerah Kutaradja (Banda Aceh), itupun dengan perlawanan sengit. Satu catatan menarik yaitu bahwa hanya orang Aceh yang pernah membangun tugu peringatan bagi sejumlah nama Belanda (ribuan) yang gugur di sana lewat biaya pemerintah daerahnya. Mereka berprinsip bahwa “kami menjadi orang Aceh yang gagah berani sebab kami bertemu dengan lawan-lawan terhormat yang gagah berani, pula”. Makam jendral Belanda di Aceh bahkan dipelihara dengan rasa takzim, sekalipun dia seorang kejam (Kohler).

    Hungronye adalah seorang orientalis Kristen. Ketika zaman penjajahan, Aceh begitu sulit ditaklukkan. Kekalahan Aceh karena Hungronye berhasil menipu scr baik-baik dgn berpura2 mjd Muslim dan menguak segala adat istiadat utk mencari titik kelemahan Aceh. Yg saya baca, dia juga menafsirkan hadits scr sembarangan u/ meruntuhkan semanagat melawan orang kafir. Pd akhirnya Aceh dpt ditaklukkan setelah Belanda memahami adat istiadat Aceh dari Hungronye

    Sehubungan sejarah Indonesia banyak unsur romantisnya. Sehingga bumbu2 yang menceritakan tentang “musuh bersama”, Belanda kejam dll…ditulis secara hitam putih.. Namanya juga alat pendidikan kebangsaan kan? Bukan alat pendidikan tentang kebenaran.
    OK.

    Pengalaman saya selama dahulu duduk dibangku sekolah, justru kurikulum sejarah berusaha memupus kaitan antara agama tertentu dengan penjajahan Eropa. Saya masih ingat ketika buku sejarah mencatat “Gold Gospel Glory”. Tapi anehnya di kesimpulan akhir: tidak ada kaitan antara penjajahan dengan penyebaran Gospel.

    Komentar oleh Iwan Pirous — Juni 5, 2007 @ 3:50 pm

  2. tes dulu

    Komentar oleh merkuriseratus — Juli 8, 2007 @ 2:30 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: